Selasa, 13 Oktober 2026

Terbit : Sen, 01 September 2025

Pelatihan Desain Grafis Tingkatkan Kreativitas Warga Desa Jambu

Oleh : Admin Uncategorized
Pelatihan Desain Grafis Tingkatkan Kreativitas Warga Desa Jambu

Banyumas – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 Desa Jambu mengadakan Pelatihan Desain Grafis sebagai bagian dari program kerja pemberdayaan masyarakat. Acara berlangsung pada Jumat (22/8/2025) yang bertempat di Masjid Baiturrosyad, Desa Jambu, Kecamatan Wangon. Kegiatan ini dipandu oleh Ma’ruf Mukhlisin, mahasiswa KKN Kelompok 25, sebagai pemateri sekaligus penanggung jawab program kerja.

Peserta pelatihan terdiri dari unsur karang taruna, fatayat, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Kehadiran mereka menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat untuk mempelajari keterampilan desain grafis, yang kini semakin dibutuhkan baik dalam dunia pendidikan maupun usaha. Sebelum masuk ke sesi materi, panitia mengarahkan seluruh peserta untuk menscan barcode yang telah disediakan. Barcode tersebut menghubungkan peserta dengan grup WhatsApp khusus yang menjadi wadah pengumpulan tugas praktik dan komunikasi lanjutan setelah pelatihan.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh panitia KKN, dilanjutkan sambutan dari Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 25, Galang Indra Saputra yang menyampaikan pentingnya penguasaan keterampilan digital. Ia menekankan bahwa desain grafis tidak hanya berhubungan dengan estetika, tetapi juga dengan kemampuan menyampaikan pesan yang efektif. Setelah itu, pelatihan secara resmi dibuka oleh pemateri.

Dalam pemaparannya, Ma’ruf menyampaikan prinsip-prinsip dasar desain grafis. Ia menjelaskan konsep hierarki visual yang berfungsi untuk mengarahkan perhatian audiens pada elemen terpenting dari sebuah desain. Selain itu, ia juga menguraikan enam elemen penting dalam desain, yakni ukuran (size), warna (color), kontras (contrast), posisi/layout, tipografi (typography), dan ruang kosong (white space). Menurutnya, keenam elemen tersebut harus dikuasai agar desain terlihat profesional dan nyaman dipandang.

Materi berlanjut pada teori perpaduan warna, termasuk teknik monokromatik, analogus, dan komplementer. Pemateri menekankan bahwa pemilihan warna yang tepat dapat membangun identitas visual sebuah brand sekaligus memengaruhi psikologis audiens. Selain itu, peserta diperkenalkan pada tips sederhana dalam memilih warna agar desain tidak terlihat berantakan, seperti membatasi jumlah warna dominan, menjaga kontras agar teks mudah terbaca, serta menyesuaikan dengan target audiens.

Tidak kalah penting, Ma’ruf juga membahas aspek layouting atau pengaturan tata letak dalam desain. Peserta diajarkan bagaimana menyusun teks, gambar, dan ruang kosong agar informasi lebih mudah dipahami. Ia juga memberikan tips penggunaan grid untuk menjaga kerapian, membatasi jumlah font maksimal tiga jenis, serta memastikan keterbacaan teks pada latar belakang yang digunakan.

Peserta kemudian diperkenalkan dengan berbagai kategori font, mulai dari serif yang memberi kesan klasik dan formal, sans serif yang modern dan minimalis, handwriting yang personal dan kreatif, hingga display yang unik dan mencolok. Pemateri memberikan contoh penggunaan font sesuai kebutuhan, misalnya untuk poster acara, undangan, logo, maupun media sosial.

Setelah sesi teori, peserta diajak praktik langsung menggunakan aplikasi Canva di smartphone masing-masing. Dalam praktik ini, peserta diminta membuat sebuah pamflet sederhana dengan menerapkan prinsip desain yang baru saja dipelajari. Poster tersebut kemudian dikirim melalui grup WhatsApp khusus yang sudah disiapkan panitia. Dengan cara ini, hasil karya dapat dikumpulkan dan dievaluasi.

Suasana praktik berlangsung interaktif. Banyak peserta yang berdiskusi langsung dengan pemateri maupun mahasiswa KKN lainnya ketika menemukan kesulitan teknis. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan dan memastikan setiap peserta bisa mengikuti alur pelatihan dengan baik.

Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama. Para peserta menyampaikan kesan positif karena pelatihan ini tidak hanya memberi teori, tetapi juga kesempatan praktik yang aplikatif. Mereka merasa keterampilan desain grafis akan sangat bermanfaat, baik untuk kebutuhan promosi usaha, pembuatan poster kegiatan sekolah, maupun media komunikasi organisasi.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN Kelompok 25 berharap masyarakat Desa Jambu semakin terbiasa menggunakan teknologi digital, khususnya di bidang desain grafis. Penguasaan keterampilan ini diharapkan menjadi bekal penting untuk menghadapi era informasi yang menuntut kreativitas visual, sekaligus mendukung kemandirian masyarakat dalam mengelola usaha dan kegiatan sosial di desa.

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Baiturrosyad
Jl. Raya Utara No.Km 3, RT.1/RW.6, Desa Jambu, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas 53176
Luas Area100 m2
Luas Bangunan90 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri2012
  • Selamat datang di Website Resmi Masjid Baiturrosyad — Jadwal Sholat, Kegiatan Masjid, dan Informasi Jamaah Terbaru bisa Anda akses di sini. Mari makmurkandan berdayakan masjid bersama! Info Kajian Rutin: Setiap Jumat malam & Ahad pagi. MAMUSDA Kunjungi Kami